✅ Apa perbedaan siklus litik dan siklus lisogenik?

Diposting pada

Pertanyaan

Apa perbedaan siklus litik dan siklus lisogenik?

Jawaban

Perbedaan siklus litik dan siklus lisogenik adalah siklus litik menghasilkan virus baru dalam waktu singkat dengan jumlah sedikit. Sedangkan siklus lisogenik menghasilkan virus baru dalam waktu lama dengan jumlah banyak serta sempat terbentuk fage di dalam tubuh inang.

 

Penjelasan

Siklus hidup virus terdiri atas 2 cara yaitu:

  1. Daur litik, dengan tahapan adsorbsi, injeksi, sintesis, perakitan dan litik. Daur litik ini akan berlangsung dalam waktu yang lebih cepat.
  2. Daur lisogenik, dengan tahapan adsorbsi, injeksi, penggabungan dengan DNA inang, pembelahan sel inang, sintesis, perakitan dan litik. Daur lisogenik ini akan berlangsung lebih lambat, namun saat tiba saatnya penghancuran sel inang maka dampaknya akan mematikan bagi inang yang terinfeksi.

Virus merupakan partikel yang tersusun atas kapsid terdiri atas protein yang membungkus asam nukleat.

Ciri-ciri umun yang dimiliki virus antara lain:

  1. Parasit obligat
  2. Tidak dapat bergerak secara aktif
  3. Tidak dapat membelah diri
  4. Tidak dapat diendapkan dengan teknik sentrifugasi biasa.
  5. Dapat dikristalkan.
  6. Bersifat aseluler, yaitu tidak memiliki kelengkapan sel seperti sitoplasma dan organel sel.
  7. Berukuran lebih kecil dibandingkan bakteri.
  8. Memiliki salah satu macam asam nukleat berupa DNA atau RNA.
  9. Bentuk bervariasi antara lain oval, silinder, polyhedral dan kompleks.

Bagian tubuh virus bentuk T atau virus yang menginfeksi bakteri  antara lain terdiri atas:

  • Kepala terdiri atas kapsid dan berisi asam nukleat berupa DNA atau RNA.
  • Kapsid merupakan lapisan pembungkus asam nukeat pada virus yang berupa DNA atau RNA.

Kapsid pada virus tersusun atas protein dengan struktur tertentu.

Kapsid pada virus dapat berbentuk macam macam, antara lain:

Heliks atau batang contohnya pada virus mozaik tembakau

Polihedral contohnya pada virus adenovirus

Kapsid dengan bentuk yang paling kompleks  dapat ditemukan pada virus tipe Bakteriofaga  dan kemudian kita sebut sebagai faga.

Faga yang pertama kali ditemukan dan dipelajari oleh ahli meliputi tujuh faga yang menginfeksi bakteri Escherichia coli.

Ketujuh faga ini diberi nama tipe 1 (T1), tipe 2 (T2), tipe 3 (T3) dan seterusnya sesuai dengan urutan penemuan faga tersebut.

Kapsid virus sferik yaitu tipe kapsid virus yang menyelubungi asam nukleat virus secara keseluruhan dan bentuk struktur kapsidnya tidak terlalu berikatan dengan asam nukleat seperti virus heliks pada umumnya.

Struktur kapsid ini bisa sangat bervariasi dari ukuran 20 nanometer sampai 400 nanometer

Struktur kapsid ini bisa terdiri atas protein virus yang tersusun dalam bentuk simetri ikosahedral.

  • Leher yang menyatukan antara kepala dengan ekor.
  • Ekor merupakan bagian yang akan menghubungkan virus dengan sel iang.
  • Serabut ekor, berfungsi untuk melekatkan virus dengan sel inang

Berdasarkan jenis asam nukleat yang dimiliki, virus dibedakan menjadi 2 tipe yaitu:

  1. Virus yang mengandung DNA, contohnya yaitu Parvovirus, Papovirus, Adenovirus dan Herpesvirus.
  2. Virus yang mengandung RNA, contohnya yaitu Picornavirus, Togavirus, Flavivirus, Calicivirus, Coronavirus, Paramyxovirus, Rhabdovirus, Filovirus, Orthomyxovirus, Bunyavirus, Arenavirus, Reovirus dan Retrovitus.

Contoh penyakit yang disebabkan oleh virus antara lain:

  1. TMV, yang menyerang tanaman tembakau menyebabkan bercak coklat pada daun tembakau.
  2. TYMV
  3. Begomovirus yang menyerang tanaman kacang.
  4. CVPD, yang menyerang batang jeruk.
  5. Tungro, yang menyerang tanaman padi.
  6. Rabies
  7. Flu burung
  8. NCD
  9. Influenza
  10. Campak
  11. Cacar
  12. Hepatitis
  13. Polio
  14. Gondong
  15. AIDS
  16. Herpes
  17. Trakoma
  18. Ebola
  19. Mers
  20. Flu singapura
  21. SARS, dan lain sebagainya.

 

Kelas: X

Mapel: biologi

Bab: virus