✅ Mengapa diperlukan klasifikasi makhluk hidup?

Diposting pada

Pertanyaan

Mengapa diperlukan klasifikasi makhluk hidup?

Jawaban

Klasifikasi makhluk hidup diperlukan untuk:

1. Mengetahui jenis dari tiap makhluk hidup

2. Mengelompokan makhluk hidup secara sistematis

3. Mengetahui kekerabatan antar makhluk hidup

4. Mengetahui proses evolusi yang menghasilkan keragaman makhluk hidup

5. Mempermudah dalam mempelajari keanekaragaman makhluk hidup

Penjelasan

Klasifikasi makhluk hidup adalah suatu cara untuk menggolongkan makhluk hidup berdasarkan sifat-sifat yang dimiliki dan kesamaan ciri tersebut dengan makhluk hidup lain.

Dalam klasifikasi makhluk hidup, ilmuwan melakukan proses dimana organisme atau makhluk hidup dikelompokkan berdasarkan sifat-sifat yang dimiliki dan seberapa miripnya makhluk hidup itu dengan makhluk hidup yang lain.  Spesies-spesies makhluk hidup yang memiliki banyak kemiripan, maka memiliki hubungan kekerabatan yang dekat.

Awalnya, kemiripan ditentukan dengan melihat karakteristik fisik yang dimiliki suatu makhluk hidup, seperti bentuk daun atau biji untuk tanaman dan tulang untuk hewan. Tapi klasifikasi makhluk hidup saat ini menggunakan berbagai teknik lain termasuk teknik analisis genetika.

Ilmu yang mempelajari klasifikasi makhluk hidup disebut dengan taksonomi.

Sistem klasifikasi yang digunakan saat ini menggunakan sistem nomenklatur binomial yang menggunakan dua nama Latin untuk menamai makhluk hidup, masing-masing adalah nama Genus dan nama spesies. Sistem ini dipopulerkan oleh ilmuwan Swedia, Carolus Linnaeus.

Dengan mengklasifikasikan mkhluk hidup, kita bisa mempelajari bagaimana proses evolusi yang menghasilkan keanekaragaman hayati ini. Spesies yang berkerabat berasal dari leluhur yang sama.

Klasifikasi ini memudahkan peneliti untuk mempelajari makhluk hidup, dengan mengetahui kekerabatan dan ciri-ciri khusus dari kelompok makhluk hidup ini.

Pengkalsifikasian makhluk hidup awal mula tercetus dari ide Carollus Linnaeuss pada tahun 1813 M. Selain itu, Carollus Linnaeus merupakan orang yang pertama kali mencetuskan sistem tata nama makhluk hidup (Binomial Nomenclatur). Persamaan karakteristik yang dimiliki oleh suatu makhluk hidup menjadi dasar pengelompokan. Jika dalam persamaan karakteristik tersebut diperoleh ciri dan sifat yang berbeda, maka dilakukan pengelompokan kembali ke dalam jenjang yang berbeda. Pengelompokkan hasil klasifikasi pada tingkat-tingkat yang berbeda atau pada takson yang berbeda disebut taksonomi. Berikut ini merupakan tingkat takson yang terdapat dalam klasifikasi makhluk hidup, yaitu : Kingdom, Divisi/Fillum, Kelas, Ordo, Famili, Genus dan Spesies. Semakin tinggi takson, maka akan ditemukan sedikit persamaan di antara satu makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya, namun memiliki anggota yang banyak. Begitupun sebaliknya, semakin rendah tingkat taknsonnya, akan banyak persamaan tetapi jumlah anggotanya sedikit. Adanya pengelompokan makhluk hidup bermanfaat untuk mempelajari suatu organisme dan menilai tingkat kekerabatannya. Adapun, tahapan klasifikasi diawali dengan pengamatan ciri makhluk hidup, pengelompokan makhluk hidup berdasarkan ciri yang diamati dan pemberian nama imiah. Klasifikasi makhluk hidup dibedakan menjadi tiga macam, yaitu : sistem buatan, sistem alami dan sistem filogenetik. Pada sistem buatan, klasifikasi dilakukan dengan cara mengamati ciri morfologis, alat reproduksi, habitat dan penampakan makhluk hidup. Sementara itu, sistem alami hanya didasarkan pada ciri morfologi. Sedangkan sistem filogenik adalah klasifikasi makhluk hidup untuk meninjau hubungan kekerabatan antara satu takson dengan takson yang lainnya. Makhluk hidup selain dikelompokan berdasarkan klasifikasi, dapat pula dikelompokan melalui determinasi atau identifikasi.

  • Menjelaskan apa itu klasifikasi makhluk hidup.
  • Memberikan alasan mengapa makhluk hidup perlu diklasifikasikan.

Klasifikasi atau pengelompokan makhluk hidup diidentifikasi berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-ciri dan sifat makhluk hidup, yang meliputi ciri morfologis, anatomis, biokimia, dan reproduksinya. Pengelompokan makhluk hidup ini memberikan manfaat agar organisme atau objek mudah diamatai, misalnya dari jumlah kaki, jumlah sayap, ada tidanya abdomen. Selain itu, karakteristik morfologis, anatomis, fisiologis dan genetis dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengidentifikasi tingkat kekerabatan antara satu organsime dengan organisme lain. Sebagai contoh bahwa paus memiliki kekerabatan yang lebih dekat dengan lumba – lumba, dibandingkan dengan hiu. Hal ini kaarena, paus dan lumba – lumba digolongkan atau diklasifikasikan ke dalam kelompok mammalia, sedangkan hiu termasuk kelompok pisces.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa adanya pengelompokan makhluk hidup bermanfaat untuk mempelajari suatu organisme dan menilai tingkat kekerabatannya.

====================

Kelas: VII

Mata pelajaran: Biologi

Materi: Bab 3 – Klasifikasi Makhluk Hidup