Contoh Storyboard: Cara Efektif Membuat Cerita

Diposting pada

Storytelling adalah seni bercerita yang telah berkembang sejak zaman dahulu. Dalam dunia perfilman, storytelling adalah seni merangkai cerita dalam bentuk visual. Sebelum memulai produksi film atau animasi, tim kreatif harus membuat storyboard terlebih dahulu. Dalam artikel ini, kita akan membahas contoh storyboard dan cara efektif membuat cerita dalam bentuk storyboard.

Apa Itu Storyboard?

Storyboard adalah gambar-gambar yang menggambarkan setiap adegan dalam film atau animasi. Setiap gambar biasanya disertai dengan deskripsi adegan dan dialog. Tujuan dari storyboard adalah untuk membantu tim kreatif memvisualisasikan cerita dan membuat perencanaan produksi yang lebih efektif.

Contoh Storyboard

Berikut adalah contoh storyboard dari film animasi Frozen:

Contoh storyboard Frozen

Gambar pertama menunjukkan adegan saat Elsa, sang ratu es, sedang bermain-main dengan adiknya, Anna, di dalam istana. Deskripsi adegannya adalah “Elsa dan Anna bermain di dalam istana.” Dialog yang disertakan adalah “Ayo, Elsa! Cepat, jangan lambat!”

Gambar kedua menunjukkan adegan saat Elsa menunjukkan kekuatannya kepada Anna. Deskripsi adegannya adalah “Elsa menunjukkan kekuatannya kepada Anna.” Dialog yang disertakan adalah “Wow, keren sekali!”

Gambar ketiga menunjukkan adegan saat Elsa tidak sengaja melukai Anna dengan kekuatannya. Deskripsi adegannya adalah “Elsa tidak sengaja melukai Anna dengan kekuatannya.” Dialog yang disertakan adalah “Apa yang telah kau lakukan?!”

Dari contoh storyboard di atas, kita dapat melihat bagaimana gambar-gambar dapat membantu tim kreatif memvisualisasikan cerita dan membuat perencanaan produksi yang lebih efektif.

Cara Membuat Storyboard

Berikut adalah cara efektif untuk membuat storyboard:

1. Tentukan plot cerita

Sebelum membuat storyboard, tentukan plot cerita terlebih dahulu. Plot cerita adalah garis besar cerita yang mencakup awal, tengah, dan akhir. Pastikan plot cerita memiliki konflik yang menarik dan dapat membuat penonton terlibat emosional.

2. Buat sketsa

Setelah plot cerita ditentukan, buatlah sketsa adegan demi adegan. Sketsa dapat dibuat dengan tangan atau menggunakan software desain grafis seperti Adobe Photoshop atau Illustrator.

3. Tambahkan deskripsi adegan dan dialog

Setiap gambar harus disertai dengan deskripsi adegan dan dialog. Deskripsi adegan harus mencakup latar belakang, karakter yang terlibat, dan gerakan kamera. Dialog dapat ditulis di bawah deskripsi adegan atau dalam bentuk balon dialog seperti pada komik.

4. Review dan revisi

Setelah storyboard selesai dibuat, review dan revisi gambar dan deskripsi adegan. Pastikan cerita dapat disampaikan dengan jelas dan gambar-gambar dapat membantu tim kreatif memvisualisasikan cerita dengan baik.

Kesimpulan

Storyboard adalah alat yang penting dalam produksi film dan animasi. Dengan membuat storyboard, tim kreatif dapat memvisualisasikan cerita dan membuat perencanaan produksi yang lebih efektif. Contoh storyboard dari film animasi Frozen dapat menjadi inspirasi dalam membuat storyboard yang baik. Ingatlah untuk menentukan plot cerita terlebih dahulu, membuat sketsa, menambahkan deskripsi adegan dan dialog, serta melakukan review dan revisi sebelum storyboard dijadikan panduan produksi.